Berakhir dengan sebuah kisah yang boleh dikata menyenangkan namun menyedihkan. Mengapa saya berkata demikian? Karena ketika saya terlarut dalam kesenangan saya. Entah itu kesibukan saya. Yang menurut teman-teman saya, saya termasuk banyak aktivitas. Bahkan ketika jam tidur sekalipun, saya masih harus beraktivitas. Menurut saya itu mengasyikan. Ada kepuasan tersendiri, bahkan kesenangan yang tak bisa ternilai dengan hanya materi semata.
Namun, disisi lain, saya harus mendengar feedback dari orang sekita yang menurut saya sungguh sangat mengharukan. Karena apa?
Yah, karena kritikan yang sama diutarakan oleh banyak orang. Padahal saya sudah mencoba untuk berubah.
Namun, perlu di kritisi, ketika saya berubah inilah yang menjadi dasarnya. Ketika berbicara dasar, anggaplah contoh dasar bangunan sebuah rumah, tentunya harus kokoh dan terpercaya. Sehingga, apakah saya berubah untuk diri saya sendiri, ataukah untuk orang lain, ataukah keduanya yang menjadi dasar saya merubah sikap. Ini adalah dasar bagaimana saya bisa menjalankan hidup ke depan. Berubah secara sustain atau tidak, itu adalah pilihan kita dalam menentukan dasar tadi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
jangan jadi orang lain, itu berat. Jadilah diri sendiri YANG DISEMPURNAKAN, itu jauh lebih baek. Yah inilah hidup, penuh dengan 'trial and error'. Tapi ini jalan satu-satunya supaya kita bisa jadi lebih baek. Aku tau, kadang-kadang mau berubah 1 point aja rasanya sampe berdarah-darah. Aku ngerasa gak bikin salah yang segitu heboh, tapi Tuhan ijinin aku babak belur dihajar sama keadaan (tapi tetep gak ditinggalkan) Maz 119:71 aja bilang: 'Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.'
Jangan berubah untuk orang laen, itu berat. Tapi buat Tuhan, itu jauh lebih berharga. 'Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna' (Rm 12:2). Kalo kita berubah buat orang laen, kalo dia tau-tau ngecewain kita gimana hayo??? Manusia itu daging, gak bisa ditebak. Kalo kita berubah buat Tuhan, Dia Maha sempurna, gak pernah ngecewain umat-Nya, yah, lebih worth-it lah...
Juga jangan berubah supaya menyerupai orang laen, itu juga berat. Tapi kita boleh ambil sepotong-sepotong dari orang lain yang kita anggap bagus or manteb, terus kita 'adopsi' jadi sifat baik kita. Menurutku itu masih keren.
Gak ada nasehat buat kamu (lebih tepatnya kita), cuma: bertahanlah... itu aja.
Setiap hari baru adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik, bukan lebih baik dari orang lain tapi lebih baik dari diri kita di hari kemarin ^_^
Posting Komentar