Selasa, 06 September 2011

Pondasi rumah untuk berubah

Berakhir dengan sebuah kisah yang boleh dikata menyenangkan namun menyedihkan. Mengapa saya berkata demikian? Karena ketika saya terlarut dalam kesenangan saya. Entah itu kesibukan saya. Yang menurut teman-teman saya, saya termasuk banyak aktivitas. Bahkan ketika jam tidur sekalipun, saya masih harus beraktivitas. Menurut saya itu mengasyikan. Ada kepuasan tersendiri, bahkan kesenangan yang tak bisa ternilai dengan hanya materi semata.

Namun, disisi lain, saya harus mendengar feedback dari orang sekita yang menurut saya sungguh sangat mengharukan. Karena apa?
Yah, karena kritikan yang sama diutarakan oleh banyak orang. Padahal saya sudah mencoba untuk berubah.

Namun, perlu di kritisi, ketika saya berubah inilah yang menjadi dasarnya. Ketika berbicara dasar, anggaplah contoh dasar bangunan sebuah rumah, tentunya harus kokoh dan terpercaya. Sehingga, apakah saya berubah untuk diri saya sendiri, ataukah untuk orang lain, ataukah keduanya yang menjadi dasar saya merubah sikap. Ini adalah dasar bagaimana saya bisa menjalankan hidup ke depan. Berubah secara sustain atau tidak, itu adalah pilihan kita dalam menentukan dasar tadi.